Partikel “de” dipakai untuk menghubungkan Kata Sifat 2 dengan Kata Sifat yg lain. Dengan kondisi, Kata Sifat 2 berada di depan.
Contoh :
- Kirei de shiroi  :  cantik dan putih
- Shizuka de samui  : Sepi dan dingin
Partikel “ni” dipakai untuk menggabungkan Kata Sifat 2 dengan Kata Kerja.
Contoh :
- Majime ni hataraku  : bekerja dengan sungguh-sungguh
- Nagame ni kiru  : memotong dengan sedikit panjang

 Partikel “na” dipakai untuk menggabungkan Kata Sifat 2 dengan Kata Benda (ingat hukum MD).
Contoh :
- Joubu na Kutsu  :  sepatu yang kuat
- Nigiyaka na Jakarta  : Jakarta yang ramai

Penggabungan Kata Sifat dg Kata Kerja
1.  Kata Sifat 1
Rumus : Kata Sifat 1 ( i => ku ) + Kata Kerja
Contoh
- Hayaku Hashiru  : lari dengan cepat
- Ookiku Naru  :  menjadi besar
2. Kata Sifat 2
Rumus : Kata Sifat 2 + ni (partikel) + Kata Kerja   (perlu partikel “ni“)
Contoh
- Kirei ni Arau  :  mencuci dengan bersih
- Shizuka ni Shinasai!  : mohon tidak berisik!

Penggabungan Kata Sifat dengan Kata Benda
1. Kata Sifat 1
Rumus : Kata Sifat 1 + Kata Benda   (tidak perlu partikel)
Contoh
- Kurai heya : kamar gelap
- Amai mikan : jeruk manis
2. Kata Sifat 2
Rumus : Kata Sifat 2 + na (partikel) + Kata Benda  (perlu partikel “na“)
Contoh
- Shizuka na Machi  : Kota yang sepi
- Kirei na Hito  : Orang yang cantik

Hukum DM (Diterangkan Menerangkan) berlaku dalam Bahasa Indonesia. Hukum ini dipakai saat menggabungkan 2 buah kata.
Contoh : Kertas Putih (Kertas = kata yg Diterangkan, Putih = kata yg Menerangkan)
Berbeda dengan Bahasa Inggris misalnya, mereka menggunakan hukum MD. Jadi kata yang Menerangkan ditaruh di depan, seperti White Paper (bukan Paper White).
Bahasa Jepang juga menggunakan Hukum MD, seperti Bahasa Inggris. Misalnya :
- Siroi Kami (kertas putih)
- Atsui Hon (buku tebal), dll

Hiragana                                                                        Katakana
a
i
u
e
o


ka
ki
ku
ke
ko
sa
si
su
se
so
ta
chi
tsu
te
to
na
ni
nu
ne
no
ha
hi
fu
he
ho
ma
mi
mu
me
mo
ya

yu

yo